Archives for 

Review

Review

Review Archos 80 Titanium

Ada banyak tablet murah di pasaran saat ini. Kami akan memperkenalkan satu tablet dengan harga sangat terjangkau namun dengan fitur yang baik. Memiliki nama Archos 80 Titanium, tablet ini memiliki layar 8 inci. Diperkenalkan pertama kali pada Januari lalu di ajang CES, tablet ini cukup menarik perhatian. Seperti namanya, tablet ini terbuat dari lapisan metalik, mengingatkan kita pada desain iPad. Tentu saja kehadiran titanium membuat desain tablet ini terlihat semakin mewah. Walaupun dari segi tampilan ada kemiripan dengan iPad, namun tablet ini sedikit lebih bongsor. Dengan harga sekitar $190, ada beberapa fitur penting yang harus dikorbankan, seperti Bluetooh dan GPS. Ketiadaan Bluetooth memang cukup mengganggu terlebih tablet ini dilengkapi dengan keyboard bluetooth. Belakangan ini pemakaian tablet untuk dasbor semakin populer, terutama untuk memanfaatkan fitur GPS nya. Archos 80 Titanium juga bisa melakukan hal itu dengan baik sebab tablet ini tidak terlalu besar.

Review Archos 80 Titanium

Desain Archos 80 Titanium

Dengan dimensi 200 x 154 x 9.9mm, tablet ini memiliki berat 440g, sedikit lebih berat dari iPad mini yang hanya 308g. Memang sedikit lebih berat saat digenggam dengan  satu tangan, terutama bagi anda yang sudah terbiasa memegang tablet ringan. Namun begitu, desainnya sangat atraktif sehingga bisa mengimbangi kekurangan ini. Ada 2 model yang bisa anda pilih, yaitu dengan memori 8 GB atau 16 GB. Tablet ini bersaing dengan tablet murah lain seperti Acer Iconia A1 dan Disgo 8400G. Kedua model dilengkapi dengan slot microSD dan anda bisa memperluas kapasitas penyimpanan hingga 32 GB. Dengan begitu, anda bisa menyimpan file musik, video, dan gambar lebih banyak. Archos 80 Titanium merupakan satu dari 4 tablet yang berada di jajaran “Titanium”. Yang lainnya adalah Archos 70 Titanium dan Archos 97 Titanium.

Fitur Archos 80 Titanium

Dari semua fitur yang dimiliki, yang paling menarik adalah sl0t microSDHC-nya yang mampu menghandle hingga 32 GB. Kartu dengan kapasitas sebesar itu memiliki harga sekitar $20. Anda mungkin tahu bahwa iPad mini bisa dihubungkan dengan HD TV, namun presesnya agak rumit jika dibandingkan dengan Archos 80 Titanium. Untuk mendukung fitur tersebut, Archos sudah didukung dengan HDMI output. Fitur pendukung lainnya adalah slot headphone, slot micro USB, tombol reset, dan DC input. Dengan adanya DC input, itu berarti anda harus membawa charger kemanapun anda ingin membawa perangkat ini pergi. Terlihat sedikit merepotkan memang.

Pegang tablet ini dalam posisi vertikal, di sebelah kiri anda akan menemukan volume rocker dan tombol home control. Dengan layar 8 inci, hasil gambar sudah cukup baik dengan resolusi 1024 x 768. Ada banyak Smartphone yang mengusung layar 16:9, namun tablet ini masih memakai rasio 4:3. Karena banyak tablet lain masih memakai rasio serupa, anda tidak akan merasa asing saat memakainya. Untuk menonton video mungkin kurang nyaman, namun untuk browsing sudah cukup baik. Untuk performa, Archos 80 Titanium didukung oleh prosesor ARM Cortex A9 dual-core 1.6GHz dan RAM 1 GB. Spesifikasi ini sudah cukup bagus, walaupun masih kalah dengan prosesor quad-core yang dimiliki oleh Iconia A1.

Kamera Archos 80 Titanium

Kamera seperti apa yang anda harapkan dari tablet dengan harga murah seperti ini? Di bagian depannya sudah terdapat kamera walaupun hanya berkualitas VGA. Untuk video call, hasilnya lumayan. Sementara kamera belakangnya memiliki resolusi 2 MP, dengan hasil gambar standar, kurang tajam dengan warna yang kurang menarik. Lebih minus lagi kemampuan merekam videonya yang hanya beresolusi VGA dan 9 fps. Selain kameranya kurang powerful, tidak terdapat lampu flash yang bisa membantu pemotretan di tempat minim cahaya. Jika anda mengutamakan fitur kamera, Archos 80 Titanium mungkin bukan pilihan yang tepat untuk anda. Namun jika anda ingin tablet ringkas dengan harga murah, ini bisa menjadi andalan.

Review Sony Xperia SP

Sony hadir dengan gebrakan baru, Sony Xperia SP. Ini adalah salah satu Smartphone unggulan saat ini, dengan fitur utama yaitu layarnya yang luas. Smartphone berlayar besar semakin diminati oleh pecinta ponsel. Sepertinya agak sulit bagi Sony untuk mencari tandingan dari Sony Xperia Z karena Smartphone tersebut memiliki spesifikasi tinggi dan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Sony Xperia SP tidak seperti pendahulunya tersebut, hadir tanpa fitur anti air, kamera 13 MP, atau layar full HD 5 inci. Namun ada beberapa hal yang membuat Smartphone ini layak untuk dicoba.

Desain Sony Xperia SP

Kesan pertama saat melihat ponsel pintar ini cukup baik. Desainnya atraktif dengan bentuk yang agak melengkung. Walaupun tidak terlalu slim, Smartphone ini cukup nyaman saat digenggam. Bodinya mengandung karet yang semakin membuat ponsel terasa nyaman saat dipegang. Kesan ekslusif bisa dirasakan dengan hadirnya kaca yang agak mengkilap. Smartphone ini memiliki dimensi 130.6 x 67.1 x 10 mm, lebih pendek dan sempit dibandingkan dengan Xperia Z. Beratnya adalah 155 gram, ada 3 pilihan untuk anda, yaitu merah, hitam, dan putih. Banyak Smartphone keluaran terbaru memakai sistem casing terkunci, sehingga anda tidak bisa mengganti baterai. Ponsel ini memiliki cover yang bisa dibuka di bagian belakang, hanya saja tidak ada akses untuk baterai. Yang ada hanyalah akses untuk kartu microSD.

Smartphone ini hadir dengan layar 4,6 inci, cukup besar namun pas untuk golongan Smartphone menengah ke atas. Walaupun bukan full HD, namun resolusi 720p sudah lebih dari cukup untuk ukuran layar segitu. Kerapatan layarnya adalah 319 PPI, lebih rendah dari Samsung Galaxy S4, namun lebih tinggi dari iPhone 5. Layarnya terlihat bagus, dengan warna yang tampak hidup dibungkus dengan latar hitam yang mengesankan. Sepertinya Sony tahu benar bagaimana mengaplikasikan warna yang nyata dan tajam pada perangkat buatannya.

Fitur Sony Xperia SP

Berbicara soal fitur, anda mungkin tidak bisa menemukan fitur sebanyak yang terdapat pada Smartphone Samsung. Namun itu bukan berarti Sony Xperia SP kekurangan fitur. Ada beberapa fitur yang cukup menarik untuk dicoba, seperti Sony Music Unlimited. Cara kerjanya hampir sama dengan Spotify. Fitur lain yang juga menarik adalah Video Unlimited, memungkinkan anda untuk menonton film-film favorit. Dengan dukungan fitur TrackID, anda bisa mengetahui musik apa yang sedang diputar. Ada pula Album, sebuah fitur yang bisa anda pergunakan untuk mengelola gambar. Masih ada banyak fitur lain yang akan membuat anda tertarik untuk mencobanya. Untuk kamera, anda tidak akan kecewa dengan kamera beresolusi 8 MP nya. Memang lebih kecil daripada yang dimiliki oleh Xperia Z, namun hasil jepretannya tidak kalah bagus. Ada tombol shutter di samping Smartphone, sehingga mengambil gambar terasa lebih mudah. Kemampuan merekam video juga sudah bagus, yaitu 1080p.

Performa Sony Xperia SP

Didukung oleh prosesor dual-core 1.7GHz Snapdragon S4 Pro (MSM8960), 1GB of RAM, Sony Xperia SP lebih seperti produk andalan yang seharusnya dikeluarkan tahun 2012 lalu. Namun begitu, spesifikasi ini pada dasarnya sudah cukup solid. Kapasitas penyimpanan internalnya adalah 8 GB, terlihat kecil memang apalagi yang benar-benar “bebas” untuk menyimpan data hanya sekitar 5,5 GB saja. Namun tenang saja, ada slot microSD yang memungkinkan anda untuk menambahkan memori eksternal hingga 32 GB. Sistem operasi yang bekerja di dalamnya adalah Android Jelly Bean versi 4.1.2. Memang bukan versi terbaru, namun sudah cukup untuk mendukung Smartphone dengan spesifikasi seperti ini. Untuk daya tahan baterai, Sony Xperia SP bisa dibilang luar biasa. Smartphone ini bisa bertahan hampir seharian dengan pemakaian intens.

Nah, sekian review Sony Xperia SP. Semoga bermanfaat untuk anda.

Review HP ElitePad 900

Pasar tablet sedang bergairah belakangan ini. Semua vendor berlomba-lomba untuk menciptakan produk unggulan mereka. Kali ini kita akan membahas HP ElitePad 900, sebuah tablet premium dari HP. Lalu fitur unggulan apa saja yang bisa anda temukan pada tablet ini? Kita akan mengulasnya untuk anda, namun sebelumnya kita lihat dulu apa kelebihan dan kekurangan dari tablet ini. HP ElitePad 900 adalah sebuah tablet yang memiliki desain profesional, cocok untuk keperluan bisnis. Selain itu, tablet ini juga hadir dengan banyak add-ons dan aksesoris. Kekurangannya adalah harganya cukup mahal, bahkan semua aksesoris pendukung membuat tablet ini semakin mahal.

Review HP ElitePad 900

Beberapa tablet Windows 8 memiliki banyak kemiripan, mulai dari casing yang terbuat dari metal, kaca, plastik, dll. Berbagai brand mengadopsi tampilan ini, mulai dari Lenovo, Acer, dll. Tablet-tablet ini juga memiliki kemiripan spesifikasi, seperti RAM 2 GB, prosesor Intel Atom, kapasitas penyimpanan 64 GB, dll. Oleh sebab itu, keunikan tablet bisa ditentukan dengan aksesoris pelengkapnya. HP ElitePad 900 hampir sama dengan tablet-tablet lainya, hanya saja tablet ini lebih berorientasi kepada bisnis. Aksesoris pelengkapnya juga banyak, memudahkan anda untuk memakainya dimana saja. Dengan harga $699, anda mungkin masih merasa kurang dengan memori internal sebesar 32GB. Namun kapasitas ini bisa diperluas hingga 64GB. Fitur lain yang mungkin membuat anda tertarik adalah koneksi 4G. Lalu aksesoris seperti apa saja yang bisa anda dapatkan untuk tablet ini? Ada banyak, mulai dari jaket, baterai ekstra, docking station, dll. Semua aksesoris ini dijual terpisah dengan harga yang cukup menguras kantong. Anda mungkin perlu membayar sekitar $400 tambahan untuk mendapatkan semua aksesoris ini.

Desain dan fitur HP ElitePad 900

Seperti yang sudah kita singgung sebelumnya, tampilan tablet ini hampir sama seperti tablet Windows 8 lain yang menjalankan prosesor atom. Namun begitu, kualitas pembuatannya sudah sangat baik, dengan bodi yang terbuat dari aluminium dan kaca gorilla. Dimensi layar mirip dengan yang anda temukan pada tablet Acer atau Asus, namun aspek rasio-nya 16:10, bukan 16:9 seperti yang sering kita lihat pada tablet lainnya. Ini membuat anda melihat vertikal lebih leluas. Layarnya memiliki resolusi 1.280 x 800 pixel, mirip seperti yang terdapat pada MacBook Pro 13 inci. Kualitas layar bagus, jernih, dan reponsif terhadap sentuhan jari. Dengan berat 1,3 pon, tablet ini juga terbilang sangat ringan. Dukungan port-nya beragam, seperti port HDMI, SD card, Ethernet, USB, dll.

Performa HP ElitePad 900

Tablet ini didukung oleh prosesor 1.5GHz Intel Atom Z2760 GPU dan RAM 2 GB. Ada 2 model yang bisa anda pilih, yaitu dengan memori internal 32 G atau 64 GB. Selain itu juga terdapat beberapa pilihan broadband. Spesifikasi ini tidak jauh berbeda dengan tablet Windows 8 lainnya, jadi anda mungkin sudah bisa mengira-ngira bagaimana performanya. Tablet ini mampu bekerja dengan cukup baik, hanya saja agak lambat terutama saat dipakai untuk menjalan Google Chrome. Dengan resolusi yang tidak terlalu tinggi, konsumsi daya juga tidak tinggi sehingga tablet mampu bertahan cukup lama. 7 jam 15 menit adalah catatan yang impresif untuk sebuah tablet, sehingga anda bisa mengandalkannya untuk kebutuhan bisnis anda. Dengan semua kelebihan dan kekurangannya, HP ElitePad 900 adalah tablet yang cukup bisa diandalkan untuk kebutuhan mobile anda. Melalui uji benchmark, terungkap bahwa performa tablet ini sangat bersaing dengan Asus VivoTab SmartDell Latitude 10, dan Lenovo ThinkPad Tablet 2. Keunggulan ini terdapat pada berbagai sektor, mulai dari Multimedia multitasking, image-processing, kapasitas baterai, dll.

Sekian review HP ElitePad 900 kali ini. Semoga bermanfaat untuk anda.

Review Speaker Bluetooth JBL Flip

Jika anda ingin memiliki speaker murah di bawah satu jutaan rupiah, anda bisa mencoba JBL Flip. Harga menjadi keunggulan utama dari speaker ini. Speaker bluetooth ini memiliki desain yang unik dan bisa diletakkan secara vertikal maupun horizontal. Untuk ukuran sekecil itu, JBL Flip mampu menghasilkan suara yang  keras. Namun produk ini juga memiliki kekurangan, yaitu AC adaptornya yang terkesan besar. Jika memakai USB untuk pengisian dayanya, mungkin perangkat ini terlihat lebih simpel. Kekurangan lainnya adalah pada daya tahan baterai. 5 Jam untuk pemakaian intensif masih terasa kurang. Selain itu dukungan bass-nya juga kurang kuat, sehingga kurang tepat bagi anda yang menyukai suara bass.

Review Speaker Bluetooth JBL Flip

Secara umum, untuk speaker bluetooth di rentang harga di bawah satu jutaan, JBL Flip cukup bersaing. JBL memang beberapa tahun belakangan terus melakukan inovasi melalui beberapa produknya, seperti speaker bluetooth dan micro wireless. Nama Flip sendiri terinspirasi dari cara meletakkan speaker ini, yaitu tegak lurus dan telentang. Pada rentang harga ini, anda bisa menemukan speaker berkualitas seperti Jawbone Jambox dan the Beats Pill. Walaupun speaker ini memiliki beberapa kekurangan, namun secara umum kualitas suaranya sangat bagus dan jernih.

Keunggulan JBL Flip

Sesuai dengan namanya, keunikan dari speaker ini adalah pada peletakannya yang bisa secara vertikal maupun horizontal. Ada beberapa bagian yang terbuat dari karet sehingga lebih tahan terhadap goncangan. Tidak ada perubahan kualitas suara saat anda meletakkan speaker ini dalam posisi vertikal maupun horizontal. Di sekelilingnya terdapat beberapa tombol, seperti tombol on / off,  volume, dan panggilan. Kekurangan yang paling terasa pada perangkat ini adalah tidak adanya opsi pengecasan via USB, padahal seringkali kita membeli speaker portable adalah untuk dipasangkan dengan komputer maupun laptop.

JBL Flip adalah speaker stereo, namun drivernya terletak begitu dekat sehingga efek stereo kurang terasa. Namun begitu, speaker ini mampu memutar audio dalam volume keras dan memenuhi ruangan dengan suara nyaring. Paling nyaman adalah memakainya dalam volume sedang sebab pada volume maksimal, suara yang diproduksi kurang jernih. Suara akan terdengar detil saat anda memutar-mutar musik akustik, namun kurang memuaskan saat dipakai untuk memutar musik rock atau musik keras lainnya. Untuk speaker mini, JBL Flip sudah melakukan tugasnya dengan sangat baik.

Seperti kebanyakan speaker bluetooth lain, jangkauan maksimal JBL Flip adalah sekitar 30 kaki. Tidak ada remote kontrol khusus yang diperlukan untuk mengaktifkan speaker ini sebab perangkat Android dan iOS sudah kompatibel dengan speaker ini. Jadi jika anda memiliki tablet Apple atau Smartphone Android, anda bisa langsung koneksikan dengan speaker ini. Seperti yang dikatakan sebelumnya, daya tahan baterainya adalah sekitar 5 jam, bahkan mungkin tidak sampai segitu jika anda memutar musik keras-keras. Semakin kecil anda memutar musik, semakin sedikit daya yang dikonsumsi, sehingga pemakaian juga bisa menjadi lebih lama.

Kesimpulan JBL Flip

Speaker JBL Flip didesain yang sangat baik. Ukurannya yang mini terlihat klimis dengan warna hitam di sekelilingnya. Bagi anda yang ingin memiliki speaker dengan harga murah namun dengan kualitas tidak murahan, speaker ini sangat direkomendasikan untuk anda. Hadir dengan kotak khusus, ini memberikan perlindungan khusus kepada speaker. Jadi sekiranya anda ingin membawa speaker ini ke luar rumah, cukup masukkan ke dalam tas / kantongnya. Untuk suara, sepertinya anda harus mencoba langsung untuk mengetahui seperti apa output suara yang dihasilkan.

Sekian review speaker JBL Flip kali ini. Semoga bermanfaat untuk anda.

Review Samsung Galaxy Note 8.0

Di tengah ketatnya persaingan gadget saat ini, setiap produsen membawa ciri khas mereka sendiri-sendiri. Samsung hadir dengan S-pen yang sedikit banyak telah menjadi standar bagi banyak produk Samsung, baik tablet maupun Smartphone. Samsung Galaxy Note 10.1 sudah cukup baik dari segi kualitas. Namun seri terbaru, Samsung Galaxy Note 8.0 mungkin akan membuat anda terkesan terutama dengan fitur multitasking serta fitur panggilan Dom Joly-style nya.

Samsung Galaxy Note 8.0

Desain Samsung Galaxy Note 8.0

Berbicara soal desain, tablet ini memiliki beberapa kemiripan dengan Galaxy S3 dan S4, kemungkinan besar memang kedua tablet ini menginspirasi desain Galaxy Note 8.0. Tablet ini memiliki bentuk yang agak berlekuk dengan bodi plastik dan bezel putih. Dari sisi estetis, Smartphone ini terlihat cukup menarik, namun sayangnya masih ada kesan “murah” terutama jika dibandingkan dengan Nexus 7 atau iPad Mini. Dengan berat 345 gram dan ketebalan 7,95 mm, tablet ini terasa cukup ringan untuk digenggam. Dibandingkan dengan S3, tablet ini lebih tipis sehingga lebih nyaman untuk dipakai dengan satu tangan. Di sisi kiri terdapat slot MicroSD, sementara di sebelah kanan terdapat tombol volume dan IR blaster. Port lain yang terdapat pada tablet ini adalah headphone jack, kemudian di bagian bahwa terdapat kotak stylus dan speaker.

Fitur Samsung Galaxy Note 8.0

Jika anda ingin merasakan menulis di atas tablet seperti menulis dengan pensil di atas kertas, maka sensasi tersebut bisa anda rasakan pada tablet ini. Fitur S pen semakin baik, dan tentunya terasa semakin “real” pada seri-seri terbaru Samsung. Ada beberapa aplikasi kompatibel yang disematkan ke dalam tablet, seperti Awesome Note HD dan Paper Artist. Dengan begitu, menulis dengan S pen akan semakin produktif. Dari semua fitur yang ditawarkan, salah satu yang paling menarik adalah Multi-Window. Aplikasi ini memungkinkan anda untuk menjalankan 2 aplikasi sekaligus secara vertikal atau horizontal. Namun begitu, membuka aplikasi secara bersamaan tidak akan mengganggu performa tablet. Penambahan IR blaster membuat tablet ini semakin fungsional karena bisa dijadikan remote universal, yaitu dengan menginstal aplikasi Peel. Fitur lain yang cukup menarik adalah eReader yang fungsinya adalah untuk menyinari layar agar anda lebih nyaman saat membaca dengan tablet.

Performa Samsung Galaxy Note 8.0

Tablet ini hadir dengan layar 8 inci beresolusi 1280×800, sama seperti yang terdapat pada Samsung Galaxy 2 10.1. Paparan warnanya jernih dan tajam, cukup nyaman untuk menonton video. Dengan kerapatan 189 PPI, kejernihannya lebih baik dibandingkan dengan iPad Mini atau Galaxy Note 10.1. Anda akan merasa cukup nyaman untuk membuka berbagai file multimedia atau browsing. Tablet ini didukung oleh prosesor quadcore Exynos 1.6GHZ dengan RAM sebesar 2 GB. Dengan dukungan spesifikasi ini, anda bisa menjalankan fitur multi-tasking dengan nyaman. Dibungkus dengan Android Jelly Bean 4.2.2, tablet mampu bekerja sesuai dengan ekpektasi anda. Browsing terasa sangat cepat terutama saat memakai browser ringan seperti Chrome.

Fitur Samsung Galaxy Note 8.0

Kamera yang disematkan pada perangkat ini sudah cukup besar, yaitu 5 MP. Hanya saja kapasitas sebesar itu tidak didukung dengan lampu flash. Sementara kamera depannya adalah sebesar 1,3 MP, sedikit menurun dari seri Galaxy Note lain yang mencapai 1,9 MP. Kualitas gambar bagus, namun tidak spektakuler. Kemampuan kamera semakin bertambah dengan fitur Auto Focus. Merekam video sudah bisa dengan kualitas 720p HD. Untuk semua fitur yang dimiliki, tablet ini didukung oleh baterai berkapasitas 4,600maH, berada diantara Note 2 dan Note 10.1. Dengan baterai tersebut, tablet diklaim bisa bertahan selama sekitar 9 jam.

Sekian review Samsung Galaxy Note 8.0 kali ini. Semoga bermanfaat untuk anda.

Review Google Nexus 10

Ada beberapa seri Google Nexus yang telah dirilis ke pasaran, kali ini kita akan membahas tentang Google Nexus 10. Sebelum membahas lebih lengkap, kita cari tahu dulu apa kelebihan dan kekurangan dari tablet ini. Yang pertama Google Nexus 10 memiliki layar yang luar biasa tajam. Tablet ini juga ringan dan memiliki prosesor ultracepat. Fitur Photo Sphere adalah kelebihan lainnya. Kekurangan dari tablet ini adalah proses pengisian baterai yang cukup lambat, padahal kegiatan tertentu seperti bermain game sangat menguras daya. Kekurangan lainnya adalah penyimpanan tidak bisa diperluas, serta navigasi yang bisa dibilang masih kalah dari saudaranya Google Nexus 7.

Review Google Nexus 10

Anda mungkin membandingkan tablet ini dengan iPad dan berpikir apakah tablet ini lebih baik. Secara umum, iPad masih menjadi salah satu tablet superior saat ini, bahkan Google Nexus 10 kesulitan untuk mengimbanginya. Namun jika anda tidak berniat memiliki produk Apple, tablet ini bisa menjadi pengganti. Google Nexus 10 memakai Micro-USB untuk mengecas baterai, dan ini relatif memakan waktu dibandingkan dengan port lainnya.

Desain Google Nexus 10

Bagaimapun juga, Google Nexus 10 merupakan tablet Android yang potensial dengan layar berukuran 10 inci. Menjalankan Android 4.2, anda bisa memastikan bahwa tablet ini mampu beroperasi dengan sangat baik. Yang lebih menarik adalah fitur Photo Sphere-nya, memungkinkan anda untuk menangkap gambar 3D. Dengan berat 1,33 pon, tablet ini terasa ringan dengan bentuknya yang agak melengkung. Bagian belakangnya terasa lembut dan kesat karena dari bahan plasti-karet. Tidak hanya nyaman untuk digenggam, namun ini juga memberikan proteksi lebih kepada tablet. Tablet ini memiliki kemiripan dengan Samsung Galaxy Note 10.1, namun dalam versi yang lebih sederhana. Di sisi kiri anda akan melihat headphone jack dan  Micro-USB. Di pojok bagian kiri atas anda bisa melihat tombol power dan volume rocker. Sementara di sebelah kanan merupakan tempat untuk port Micro-HDMI. Di cover bagian belakang terdapat kamera berukuran 5 MP dengan lampu flash LED dan sebuah microphone. Di bezel bagian depan terdapat kamera 1,9 MP dengan sensor cahaya untuk video call.

Performa Google Nexus 10

Google Nexus 10 memakai prosesor dual-core 1.7GHz Exynos 5250. Sementara prosesor grafisnya adalah Mali T-604 dengan dukungan RAM sebesar 2GB. Tablet ini sudah mendukung 802.11 b/g/n (2.4GHz dan 5GHz), koneksi Bluetooth, Wi-Fi, GPS, dan NFC. Fitur tambahan lainnya antara lain barometer, kompas digital, dll. Memakai Android Jelly Bean 4.2 adalah jaminan bahwa tablet ini mampu bekerja sesuai dengan keinginan anda. Dari sisi antarmuka, tablet ini memiliki banyak kemiripan dengan Google Nexus 7.  Layar di bagian bawah dipenuhi oleh berbagai layanan Google seperti Youtube, Books, Music, dll. Anda juga akan menemukan sebuah folder berisi Google Plus, Gmail, Google Maps, dll. Selain itu anda akan mendapatkan Google Now yang merupakan satu fitur paling hot saat ini. Dengan aplikasi tersebut anda bisa melihat prakiraan cuaca, jadwal keberangkatan bus, info restoran, dan masih banyak lagi.

Fitur Google Nexus 10

Ada beberapa fitur baru pada Android 4.2 yang mungkin menarik minat anda. Pengaturan tablet sekarang lebih mudah diakses. Hanya dengan menyapu layar dari pojok kanan atas ke bawah, anda bisa melihat sebuah layar yang berisi beberapa pengaturan cepat seperti Wi-Fi, kecerahan, baterai, mode pesawat, dll. Ada pula fitur screesaver yang bisa dihidupkan saat tablet sedang dalam posisi nonaktif atau mengecas. Ada berbagai tampilan yang bisa dipilih, mulai dari jam, warna, jelly bean, dll. Dengan semua fitur yang dimiliki, tablet ini hadir dengan baterai 9,000 mAh. Walaupun kapasitas baterainya terbilang besar, namun layarnya juga besar dan menguras tenaga. Google mengklaim bahwa produknya ini mampu bertahan hingga 9 jam untuk menonton video dan 7 jam untuk browsing internet.

Sekian review Google Nexus 10 Kali ini. Smoga bermanfaat untuk anda.

Review HTC First

Sebuah Smartphone mid-end dari HTC dirilis, namanya HTC First. Smartphone yang memiliki layar seluas 4,3 inci tersebut mudah dioperasikan dan cukup nyaman dipergunakan untuk browsing. Dengan ukuran 5 x 2.6 x 0.35 inci dan berat 4,4 ons, Smartphone ini terasa ringan. Beratnya hampir sama dengan Motorola Droid Razr M, hanya saja sedikit lebih tebal dan tinggi. Secara keseluruhan, Smartphone ini memiliki nilai estetis dan terlihat minimalis. Cover bagian belakangnya terbuat dari bahan yang lembut namun tidak licin. Di bagian, terdapat layar bezel yang cantik, dengan tombol home dan back berlampu latar. Sisi kirinya merupakan tempat untuk tombol volume, sementara kartu SIM dan micro USB terletak di sisi kanan. Di bagian atas anda bisa menemukan headphone jack serta tombol power.

Review HTC First

Layar HTC First

Untuk sebuah  Smartphone yang dibandrol dengan harga $449, layarnya bisa dibilang sesuai ekspektasi. Layar berukuran 4,3 inci tersebut merupakan super LCD yang memiliki tampilan terang dan memberikan wide-view angles dan memiliki warna kaya. Menonton film dan video HD terasa sangat menyenangkan dengan HTC First. Gambar terlihat sangat dekat dengan layar bahkan tampak mengapung. Tidak hanya layarnya saja yang mampu memproduksi gambar berkualitas tinggi, namun speaker-nya juga mampu memproduksi suara dengan baik. Menyetel musik di dalam ruang keluarga masih terdengar keras dari berbagai arah. Bermain game, mendengarkan musik, dan menonton film juga terasa lebih hidup karena audionya jernih.

Spesifikasi HTC First

HTC First memiliki prosesor dual-core 1.4-GHz Qualcomm 8930AA chip dan dukungan RAM 1 GB. Kedua komponen ini dipadukan mampu mencatat angka 6.123 pada skor Quadrant. Ini menunjukkan bahwa Smartphone ini mampu bekerja dengan baik karena skornya berada di atas Motorola Droid Razr M dengan 4.495. Untuk pemakaian sehari-hari, Smartphone ini terbilang responsif terutama saat membuka aplikasi. Namun jika dibandingkan dengan Smartphone quad-core seperti HTC one, Smartphone ini masih di bawahnya. Kecepatan koneksi internet dengan perangkat ini mengagumkan, rate download bisa mencapai 12.8 Mbps, sementara untuk upload 4.2 Mbps.

Bagi anda yang selalu mengutamakan fitur kamera, HTC First mungkin agak mengecewakan. Walaupun 5 MP sudah terbilang besar dan mampu memproduksi gambar bagus, namun ada beberapa Smartphone di rentang harga yang sama hadir dengan resolusi lebih besar. Selain itu sangat disayangkan Smartphone ini tidak hadir dengan fitur “rapid-fire image capture”. Kekurangan lainnya adalah terjadi lag yang cukup lama setelah anda mengambil gambar. Namun begitu, fitur kameranya sudah cukup lengkap. Anda bisa melakukan berbagai pengaturan seperti white balance, modus panorama, eksposur, dll.

Yang menarik dari HTC First adalah ini salah satu Smartphone pertama yang hadir dengan Facebook Home. Melihat dari namanya, kita bisa tahu bahwa interface dari Smartphone ini berbasis Facebook. Saat login ke halaman Facebook, anda akan melihat update News feed. Setiap 5 detik sekali, notifikasi ini akan diperbarui sehingga anda tetap update dengan pesan di jejaring sosial. Jika ada teman yang berbagi foto, maka itu akan langsung mendominasi layar dengan teks di bagian atasnya. Jika anda tidak ingin memakai Facebook home, anda bisa mematikannya. Saat fitur tersebut dalam posisi nonaktif, anda akan melihat interface khas Jelly Bean 4.1.2. Dengan dukungan Jelly Bean, kita bisa tahu bahwa Smartphone ini mampu bekerja dengan baik. Dengan semua spesifikasi yang dimilikinya, HTC First didukung oleh baterai berkapasitas 2,000-mAh yang mampu bertahan selama 6 jam 16 menit pada pemakaian intensif.

Sekian review HTC First kali ini. Semoga bermanfaat untuk anda.

Review Huawei Ascend P2

Tahun lalu Huawei memperkenalkan salah satu Smartphone paling langsing dan powerful kepada kita yaitu Huawei Ascend P1 S dan Ascend D Quad. Nah sekarang Smartphone baru dari Huawei sudah siap mencuri perhatian. Mengusung tagline “Smartphone tercepat di dunia”, Smartphone ini diberi nama Huawei Ascend P2.

Review Huawei Ascend P2

Perusahaan asal China ini lebih mengutamakan pasar menengah ke atas untuk urusan Smartphone. Semuanya dimulai dari ajang CES 2013 dimana Huawei Ascend P2 diperkenalkan. Smartphone ini diperkirakan akan dirilis pada kuarter kedua tahun 2013, jadi tidak lama lagi. Harganya adalah sekitar $525, cukup bersaing untuk sebuah Smartphone high-end. Dengan harga tersebut, anda bisa mendapatkan layar 4,7 inci beresolusi 1280 x 720 dan kerapatan 315 ppi, prosesor quad-core 1.5GHz, RAM sebesar 1 GB, kapasitas penyimpanan internal 16 GB, Kamera belakang 13 MP, kamera depan 1,3 MP, sistem operasi Android Jelly Bean 4.1, dan baterai berkapasitas 2,420mAh. Secara umum, semua fitur yang dibawa oleh Smartphone ini merupakan fitur unggulan untuk sebuah Smartphone high-end, baik dari ukuran layar, kamera, maupun sistem operasinya. Semua teknologi canggih ini dimasukkan ke dalam Huawei Ascend P2 yang memiliki bodi ramping dengan resolusi 136 x 67 x 8.4mm dan berat 122g.

Deain Huawei Ascend P2

Smartphone ini terasa nyaman saat digenggam. Cover bagian belakangnya lurus dan berlekuk, memudahkan anda untuk memegangnya. Walaupun memakai plastik, Smartphone ini terasa cukup solid. Seperti yang banyak diterapkan oleh Smartphone baru, Huawei Ascend P2 juga memakai chasis yang terkunci sehingga anda tidak bisa mengeluarkan baterai Smartphone ini dari dalam. Slot MicroSIM diletakkan di sebelah kanan dengan tambahan penutup plastik yang lembut dan mudah dibuka. Di atasnya terdapat tombol kunci dan power. Bagian depan Smartphone dilindungi oleh Gorilla glass, memanjang dari atas hingga ke bawah. Berbicara soal deasin, kita bisa mengatakan bahwa Smartphone ini punya “citarasa” khas, bersih, serta profesional.

Layar Huawei Ascend P2

Huawei tidak menyematkan resolusi HD pada layar 4,7 incinya. Perusahaan tersebut menyatakan bahwa resolusi di atas 720p untuk sebuah Smartphone di bawah 5 inci tidak akan berarti banyak. Namun tetap saja, resolusi yang lebih besar lebih baik karena membuat gambar terlihat lebih detil. Smartphone ini memiliki layar yang cerah dan colorful. Ini memudahkan anda untuk mengganti-ganti tampilan tanpa perlu khawatir tema terlihat kurang menarik atau yabg lainnya. Memiliki kesamaan dengan Nokia Lumia 9200, Huawei Ascend P2 dilengkapi dengan sebuah fitur yang disebut dengan Magic Touch. Dengan fitur ini, anda bisa menyentuh layar Smartphone bahkan saat sedang memakai sarung tangan sekalipun. Teknologi ini sangat menguntungkan bagi konsumen, jadi vendor-vendor lain mungkin akan segera mengikutinya. Huawei Ascend P2 tampil sedikit beda dengan Emotion UI overlay-nya. Ini akan membuat Smartphone memiliki antarmuka yang berbeda dari kebanyakan Smartphone Android lain. Ini mungkin akan sedikit membingungkan di awal-awal, namun dengan sering memakainya anda pasti akan terbiasa.

Fitur Huawei Ascend P2

Salah satu fitur unik yang coba ditawarkan oleh Smartphone ini adalah kemampuan untuk mengumpulkan beberapa widget berbeda ukuran menjadi satu widget besar. Dengan ini, layar home terasa sedikit berbeda seperti yang terlihat pada Windows Phone 8 dengan fitur live tiles-nya. Anda bisa mengelola aplikasi dengan fungsi drag and drop. Selain itu anda bisa menemukan banyak pengaturan cepat di bar notifikasi dengan menyapu layar dari atas ke bawah. Huawei Ascend P2 memiliki tombol kamera di sisi kanan bagian bawah. Ini bisa anda pakai untuk langsung membuka aplikasi kamera dan mengambil foto. Walaupun aplikasi tersebut perlu sedikit waktu untuk membukanya, namun shutter-nya responsif dan anda bisa mengambil banyak foto dalam waktu berdekatan. Kamera 13 MP sudah sangat besar dibandingkan rata-rata Smartphone sat ini, dan itu didukung oleh autofocus yang fungsinya adalah untuk mempertajam foto.

Sekian review Huawei Ascend P2 kali ini. Semoga bermanfaat untuk anda.

Review Headphone Jabra Revo

Headphone bluetooth adalah satu inovasi terbaru yang mempermudah kita dalam mendengarkan musik. Sekarang tidak perlu lagi khawatir kabel putus karena headphone yang akan kita bahas kali ini tidak memerlukan kabel apapun. Koneksi utamanya adalah melaui Bluetooth, sementara dukungan koneksi lainnya adalah NFC. Tidak hanya memiliki suara kaya yang nge-bass, namun headphone ini juga memiliki kontrol yang sensitif.

Review Headphone Jabra Revo

Desain headphone Jabra Revo

Headphone ini tersedia dalam 2 pilihan warna, yaitu putih dan hitam dengan garis berwarna merah. Siapa bilang headphone tidak bisa tampil stylish? Dengan aksen aluminium, headphone ini juga bisa terlihat premium. Gagangnya terbuat dari plastik yang sangat halus sehingga kita nyaman memakainya. Bagian ini bisa diatur sesuai dengan proporsi kepala anda. Di dalamnya terdapat speaker dinamis  40mm. Kualitasnya tidak kalah dengan audio yang dimiliki oleh Marshall Audio Major. Jabra bekerjasama dengan Dolby dalam hal ini, tentu kita bisa tahu bahwa kualitas audio yang dihasilkan tidak hanya kaya, namun juga dalam. Untuk mendengarkan kualitas suara yang menggelegar tersebut harus melalui aplikasi khusus yang sudah disediakan. Dengan aplikasi tersebut, anda bisa mengkustomisasi graphic equalizer. Untuk merekam suara, Jabra Revo memiliki 2 buah microphone di dalamnya dengan dukungan Digital Sound Processing yang memungkinkan anda merekam suara lebih jernih karena suara latar diminimalisir.

Performa headphone Jabra Revo

Headphone ini menawarkan kenyamanan kepada penggunanya. Terbuat dari material lembut membuat headphone ini nyaman dipakai untuk jangka waktu lampu. Selain itu bahan plastik dipilih yang terbaik sehingga tidak menimbulkan iritasi saat anda memakainya, terutama saat anda melingkarkannya di leher. Headphone ini memiliki cakupan hingga 10 meter. Jadi selama perangkat anda tidak lewat radius 10 meter, anda tetap bisa mendengarkan suara dengan sangat jernih. Anda bisa mensikronisasikan headphone Jabra Revo dengan berbagai perangkat dengan mudah. Yang lebih menarik adalah dukungan NFC nya. Heaphone ini bisa disandingkan dengan 8 perangkat sekaligus. Selain suara yang menggelegar dan kualitas pembuatannya yang baik, fitur lain yang menonjol adalah kontrol sensitif. Secara umum kualitas suaranya jernih, namun yang sangat kentara adalah efek bass-nya. Ini tentu kabar gembira buat anda yang suka mendengarkan musik nge-bass. Dengan volume maksimal, headphone Jabra Revo masih mengeluarkan suara yang jernih tanpa distorsi. Ditambah lagi dengan dukungan Dolby Digital Plus, mendengarkan musik adalah sebuah pengalaman yang mengesankan. Dukungan teknologi tersebut sangat cocok untuk menonton film karena suara menjadi lebih dalam dan detil.

Yang juga penting dari sebuah headphone adalah kemampuannya dalam menyaring noise. Headphone Jabra Revo cukup standar dalam hal ini. Kecuali jika anda menyetel suara dalam volume maksimal, anda baru mungkin tidak mendengar suara dari luar. Namun pada volume sedang, kebisingan dari luar masih terdengar. Namun ini sama sekali bukan masalah sebab masih ada banyak headphone dengan kelemahan serupa, dan  kita juga sudah cukup terbiasa.

Anda akan mendapatkan aplikasi Jaba Sound yang fungsinya adalah untuk  memindahkan file audio di dalam perangkat anda ke playlist seperti album, artis, genre, dsb. Aplikasi tersebut juga bisa menarik playlist yang kita buat pada aplikasi musik lain seperti Amazon MP3. Di menu pengaturan, anda bisa memilih efek Mobile Surround dan Dolby Processing. Headphone nirkabel mendapatkan daya dari baterai independen sebab tidak terkoneksi secara langsung dengan perangkat. Berkaitan dengan performa, headphone Jabra Revo sudah sangat baik. Headphone bisa bertahan hingga 240 jam dalam kondisi stand by. Jika baterai sudah terkuras hingga ke level tertentu, maka akan muncul indikator yang memberitahukan baterai akan segera habis.

Sekian review headphone Jabra Revo kali ini. Semoga bermanfaat untuk anda.

Review Sony Xperia TX

Secara singkat Sony Xperia TX adalah perangkat yang mengagumkan, menggabungkan beberapa elemen dari seri Sony Xperia terdahulu. Hasilnya adalah sebuah Smartphone yang menawan. Desain khas yang dimiliki oleh Xperia S hadir pada Smartphone ini, mengkomodasi layar berukuran 4,6 inci dengan resolusi 1280 x 720. Dengan ketebalan 8.6mm, Smartphone ini hanya memiliki berat 127 gram. Tidak hanya mengusung konsep stylish, namun Smartphone ini juga kokoh dan ringan.

Review Sony Xperia TX

Bagian plastik di belakangnya tidak membuat Smartphone ini terasa licin. Sony Xperia TX didukung oleh prosesor dual-core 1.5GHz Snapdragon dengan support RAM sebesar 1 GB. Dengan spesifikasi seperti itu, seharusnya Smartphone menjalankan seri tebaru Android, bukannya ICS. Namun Sony berjanji bahwa perangkatnya ini juga akan mendapatkan update Android terbaru. Yang terpenting dari sebuah Smartphone adalah memori internalnya. Beruntung pada perangkat ini anda sudah mendapatkan kapasitas penyimpanan internal sebesar 16 GB. Dan ini masih bisa diperluas hingga 32 GB melalui kartu MicroSD.

Desain Sony Xperia TX

Salah satu fitur terpenting dari Sony Xperia TX adalah layarnya. Tentu masih ada beberapa Smartphone lain yang memiliki layar lebih besar, namun 4,6 inci sudah tergolong besar untuk sebuah Smartphone. Layar yang besar semakin lengkap karena di belakangnya tertanam kamera beresolusi 13 MP. Kamera didukung oleh lampu LED, dan tepat di bawahnya terdapat sebuah logo yang menunjukkan bahwa Smartphone ini sudah mendukung teknologi NFC. Di bagian depan terdapat sebuah kamera 1,3 MP. Selain untuk video call, resolusi segini sudah bisa dipakai untuk menghasilkan foto yang jelas. Kamera tersebut memiliki kemampuan merekam 720p, sehingga cocok untuk video conference. Sisi kiri dan kanan Smartphone ini cenderung sederhana. Tombol power berada kiri bagian atas, sementara tombol shutter kamera duduk dengan nyaman di sisi sebelah kanan. Volume rocker dan micro USB juga terdapat di sisi kanan. Sementara di bagian atas anda bisa melihat 3.5mm headphone jack.

Antarmuka Sony Xperia TX

Seperti kebanyakan Smartphone Android lain, Sony juga melakukan konfigurasi pada layar Smartphone ini. Anda mungkin menyukainya atau tidak, itu hanya soal selera. Pengalaman berbeda juga bisa dirasakan saat kita memakai fitur Touchwiz yang memang sudah menjadi ciri khas dari Sony. Timescape pada Smartphone ini terlihat eye-catching. Perubahannya lebih kepada font, tema, dan widget. Karena sangat dekat dengan vanilla Android, anda akan mendapatkan keuntungan dari berbagai fitur yang memang dibangun untuk ICS. Misalnya anda bisa bisa berpindah ke 5 halaman home dengan mudah. Anda juga bisa menampilkan aplikasi dengan view floating atau mengambang. Ini memberikan anda akses yang lebih cepat ke berbagai pengaturan. Contoh lainnya adalah saat anda menyapu halaman dari atas ke bawah, maka akan muncul panel nofitikasi pada layar Sony Xperia TX, yang di dalamnya berisi jalan pintas ke Wi-Fi, Bluetooth, setting, dll.

Internet Sony Xperia TX

Anda bisa mengakses halaman website dari browser Android atau Chrome. Keduanya bekerja dengan baik, dan anda bisa browsing dengan koneksi Wi-Fi atau DC-HSPA+. Smartphone ini belum mendukung koneksi 4G. Namun tidak masalah karena koneksi 3G sudah cukup cepat. Kedua browser memberikan pengalaman surfing yang menyenangkan dan simpel. Teks terlihat jelas pada layar beresolusi 1280 x 720 nya. Saat di zoom, gambar dan teks masih terlihat jelas. Jika anda ingin membaca nanti, silakan simpan halaman website tersebut pada memori. Yang menjadi kelebihan dari Chrome dibandingkan browser lain adalah mode incognito agar kita lebih aman saat browsing. Browsing adalah kegiatan yang sangat menguras daya, sangat disayangkan karena Sony Xperia TX yang hanya didukung oleh sebuah baterai berkapasitas 1700mAh yang relatif kecil. Namun prosesornya hanya dual core, yang artinya lebih hemat daripada quad-core.

Sekian review Sony Xperia TX kali ini. Semoga bermanfaat untuk anda.