Intel vs AMD: Mana yang Lebih Baik?

Intel vs AMD

Membeli komputer dapat menjadi proses panjang yang melibatkan banyak keputusan yang kompleks, tetapi semuanya harus diawali dengan memilih prosesor yang terbaik, Intel vs AMD, setelah itu pemilihan komponen-komponen lain akan lebih mudah.

Ketika Anda mulai memilih prosesor, Anda akan diperhadapkan dengan istilah-istilah yang rumit, mengenai jumlah core dan kecepatan clock, jenis socket dan kontroler memori, Wheel Loader, Piledrivers dan masih banyak lagi.

Mari kita kesampingkan istilah-istilah rumit tersebut dan mempermudah pembelian Anda dengan cara fokus pada pertanyaan yang lebih mendasar: Intel vs AMD, prosesor mana yang terbaik untuk Anda?

Setelah Anda menemukan jawabannya, keputusan lain tentang PC baru Anda, akan lebih mudah untuk ditentukan.

Intel vs AMD: Prosesor Intel

Jika Anda mementingkan kinerja (dan mampu untuk membayarnya) maka prosesor Intel adalah pilihan Anda. Ada banyak pilihan type dan kecepatan prosesor yang tersedia, beli yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Prosesor 6-core Intel Sandy Bridge type E akan memberikan kecepatan yang maksimal. Contohnya: Intel Core i7 3930K (3.2Ghz, 12MB L3 cache), dari hasil tes, menunjukkan kalo jumlah core, cache dan quad-channel RAM DDR3 akan memberikan kemampuan yang luar biasa untuk komputer Anda.

Prosesor Intel Core i7 3930K masih cukup mahal saat ini, harganya saat ini sekitar 4-juta rupiah. Selain itu, Anda akan membutuhkan motherboard dengan socket LGA2011 yang tidak terlalu umum. Jadi, kebanyakan orang merasa lebih baik membelanjakan uangnya untuk membayar komponen yang lain.

Jika Anda ingin membeli CPU desktop biasa, Anda bisa memilih prosesor Intel Ivy Bridge, prosesor mainstream yang memiliki kecepatan yang bagus; dengan konsumsi daya yang rendah, atau kartu grafis dengan chipset terintegrasi, yaitu HD 4000, yang performnya 60% lebih cepat dari generasi sebelumnya. Kombinasi prosesor Intel Ivy Bridge dan Intel HD 4000 juga digunakan di Apple MacBook Pro dan Toshiba Qosmio X870, hasilnya adalah notebook dengan performa yang menawan.

Namun, beberapa tes menunjukan bahwa prosesor Intel Core i7 3770K dan Core i5 3570K tidak menunjukan kemampuan yang revolusioner. Tidak ada penambahan jumlah core, kecepatan clock dan cache memory-nya tetap sama. Tidak ada perubahan signifikan, selain adanya kartu grafis yang terintegrasi.

Di lain pihak, konsistensi ini juga mempunyai satu efek yang bagus, prosesor-prosesor model terbaru, masih akanmenggunakan motherbord Intel dengan soket LGA1155. Jadi Anda tidak perlu kuatir dengan pilihan motherboard. Motherboard type ini akan dapat menampung prosesor-prosesor yang lebih baru, tentunya setelah upgrade BIOS.

Dan ini juga berarti, jika budget Anda terbatas dan Anda mencari prosesor yang lebih murah, Anda bisa mempertimbangkan prosesor Intel Sandy Bridge generasi pertama. Walaupun sudah agak ketinggalan, tapi masih digunakan di beberapa laptop versi murah, seperti Sony T13 Ultrabook. Karena sekalipun sudah ketinggalan, prosesor Core i3 Sandy Bridge paling rendah pun, masih lebih dari cukup untuk menjalankan aplikasi-aplikasi yang umum.

Intel vs AMD: Kompetisi AMD

Jika Anda bertanya-tanya bagaimana mugkin Intel mampu untuk merilis prosesor baru terus menerus, jawabannya sederhana: persaingannya sangat sedikit, terutama untuk prosesor komputer desktop.

Teknologi AMD terbaru, yang disebut dengan Bulldozer, telah terbukti mengecewakan. Prosesor ini memiliki 8 core, membuat Bulldozer berukuran besar (2 miliar transistor, lebih dari dua kali lipat jumlah transistor Intel). Konsumsi daya-nya tinggi dan kinerjanya tidak bagus, dengan perbandingan single-threaded menunjukkan Bulldozer memberikan kecepatan yang lebih rendah daripada versi sebelumnya, yaitu AMD Phenom II.

Untuk prosesor komputer desktop, memang AMD tidak sebanding dengan Intel, tetapi untuk dunia mobile, atau platform kecil seperti komputer all-in-one, ceritanya sedikit berbeda.

AMD melakukan terobosan di prosesor AMD Seri A generasi kedua, yang sebelumnya dikenal sebagai Trinity. Prosesor ini dilengkapi dengan teknologi core baru, yaitu Piledriver (evolusi dari Bulldozer), grafis terintegrasi yang lebih cepat, manajemen daya yang lebih baik, lebih hemat energi, sehingga bisa menghemat baterai.

Hasil akhirnya adalah teknologi baru dari AMD ini jauh melampaui prosesor mobile AMD versi lama, dalam hal kecepatan CPU, dan bahkan sangat mendekati performa Intel.

Dan yang menarik adalah kartu grafis terintegrasi yang dibawa oleh teknologi AMD terbaru ini, performanya hampir dua kali lipat dari teknologi HD 4000 milik Intel. Ini berarti, laptop akan dapat memainkan game-game versi terbaru dengan resolusi yang bagus. Ini adalah sebuah terobosan yang bagus dari AMD.

Intel vs AMD: mana yang terbaik?

Kita telah menelaah dua produk, jadi, mana yang terbaik? Semuanya tergantung pada apa yang Anda cari.

Jika budget Anda terbatas, Anda bisa memilih Intel Pentium G640, prosesor dual-core dengan harga yang ekonomis, tetapi lebih dari cukup untuk mengerjakan komputasi dasar dan pemrosesan data sederhana. Dan karena soket yang digunakan adalah LGA 1155 standar, maka Anda bisa meng-upgrade prosesornya ke versi yang lebih cepat, apabila diperlukan dikemudian hari

Atau jika Anda seorang penggemar AMD, gunakan FX-4100, teknologi lama quad-core dengan kecepatan 3.6GHz, tapi masih lebih dari cukup untuk menyelesaikan tugas-tugas Anda.

Namun jika Anda memerlukan performa yang tinggi, pilihlah prosesor Intel yang paling tinggi yang mampu Anda beli.

Untuk tingkat rendah, Anda bisa memilih prosesor Sandy Bridge 2,9 GHz Core i5-2310. Tetapi jika Anda ingin teknologi yang mendekati performa Ivy Bridge, pilih Sandy Bridge Core i5 3570K yang harganya tidak selisih terlalu jauh, dan masih masuk akal.

Dan jika harga bukan kendala, maka Anda bisa memilih Sandy Bridge E yang berbasis Intel Core i7 3930K. Hanya perlu diingat bahwa ini bukan prosesor untuk pengguna desktop biasa, dan memerlukan motherboard dengan soket LGA2011.

Kemudian, jika pilihan Anda adalah sebuah Laptop, disinilah keputusannya menjadi agak sulit.

Seperti kita bahas sebelumnya, Anda hanya bisa memilih laptop dengan prosesor Intel, dari Sony Vaio Ultrabook T13 yang murah, hingga Ultrabook Toshiba Z930 yang sudah cukup bagus performanya,.

Tetapi laptop yang dilengkapi dengan prosesor AMD Seri A terbaru, bakal memiliki beberapa keunggulan, khususnya grafis terintegrasi yang impresif. Jika Anda ingin dapat bermain permainan modern dengan anggaran yang wajar, maka prosesor ini mungkin layak ditunggu.

Jika Anda mencari sistem dengan CPU mobile, perkembangan teknologi akhir-akhir ini, akan membuat pilihan Anda berkembang lebih luas. Jika Anda tidak tergesa-gesa, Anda bisa menunda pembelian Anda hingga dua atau tiga bulan ke depan, sambil menunggu perkembangan teknologi ini.

Ikuti terus halaman review dan berita di blog ini, kami akan memberikan informasi yang terupdate untuk Anda.

Tagged with 

6 thoughts on “Intel vs AMD: Mana yang Lebih Baik?

  1. maaf nih gan,saya mau tanya2 nih. saya mau beli PC Dsktop yg bisa main game Call of Duty: Black Ops dan PES 2013 itu,kira yg cocok dengan badget saya sekitar 1.4 itu PC yg gimana ya gan…

    thanks sebelum dan sesudah nya

  2. mantap bnget ni penjelasannya… hebatt..!!!
    gan saya mau nanya..!!
    kira-kira saya bisa ga upgrade/ganti processor notebook saya dan yang bagus pake apa???
    speks notebook saya:
    AMD C-60 Radeon 1.00 Ghz
    Ram 2GB

    mohon bantuannya ga..!!!

  3. Mantap gan ulasannya sangat membantu dan tidak memusingkan untuk pemula^_^

  4. Ulasannya detail dan sangat jelas, mudah dipahami oleh orang awam seperti saya. Nice share gan

  5. Ulasannya detail banget, komprehensif dan sgt membantu.
    Thanks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title="" rel=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>